Takengon, 15 September 2026 – Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) terus mendorong peningkatan kapasitas perempuan melalui penguatan keterampilan kewirausahaan dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan yang berfokus pada pengembangan bisnis kopi Gayo bagi perempuan di Kabupaten Bener Meriah.
Kegiatan yang berlangsung pada 14–16 September 2026 di Meeting Room Grand Bayu Hill Hotel, Takengon, Aceh Tengah, ini diikuti oleh sekitar 20 peserta perempuan yang berasal dari kalangan petani kopi, pelaku usaha mikro, serta pendamping masyarakat. Pelatihan tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat kemampuan peserta dalam mengelola usaha, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperluas peluang pasar.
Meningkatkan Kapasitas Perempuan dalam Rantai Nilai Kopi
Kopi Gayo merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi ekonomi besar bagi masyarakat di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah. Dalam proses pengembangannya, perempuan memiliki kontribusi pada berbagai tahapan, mulai dari pengelolaan kebun, pengolahan hasil, pemasaran, hingga pengembangan usaha.
Melalui pelatihan ini, AWPF berupaya memperkuat peran perempuan agar tidak hanya terlibat dalam proses produksi, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengambil keputusan dan mengembangkan usaha secara mandiri.
Materi pelatihan mencakup sejumlah aspek penting dalam pengelolaan bisnis, di antaranya:
-
Penguatan kapasitas kewirausahaan perempuan.
-
Legalitas dan pengelolaan usaha.
-
Strategi pemasaran dan pemanfaatan digitalisasi.
-
Pengembangan produk serta peningkatan nilai tambah kopi.
-
Akses terhadap pembiayaan produktif.
-
Penguatan jaringan dan keberlanjutan usaha.
Pembahasan berbagai materi tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami pengelolaan bisnis secara lebih menyeluruh, sekaligus mempersiapkan usaha agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar.
Kolaborasi Pemerintah, Akademisi, dan Pelaku Usaha
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk unsur pemerintah, akademisi, fasilitator, serta pelaku usaha kopi. Keterlibatan berbagai pihak tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh perspektif yang beragam mengenai tantangan dan peluang pengembangan bisnis kopi.
Hasra dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Bener Meriah menyampaikan materi yang berkaitan dengan pengembangan kelembagaan dan usaha. Sementara itu, Budi Arianto, akademisi sekaligus fasilitator dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, turut memberikan perspektif mengenai penguatan kapasitas dan pengembangan usaha.
Pelatihan juga menghadirkan Rizkani, pengusaha dan eksportir kopi sekaligus Ketua Koperasi Kopi Wanita (KOKOWA) Gayo, serta Susilawati, pelaku usaha kopi dan pendiri Komunitas Ine Kopi. Pengalaman kedua pelaku usaha tersebut menjadi referensi bagi peserta dalam memahami praktik bisnis kopi dan peluang pengembangan usaha perempuan.
Mendorong Kemandirian Ekonomi dan Akses Pasar
Pengembangan kewirausahaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pendapatan, tetapi juga dengan upaya membangun kemandirian ekonomi, memperkuat ketahanan keluarga, dan menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif.
Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk mengembangkan usaha yang memiliki perencanaan lebih baik, memperhatikan aspek legalitas, memanfaatkan teknologi digital, serta membangun hubungan dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis.
Penguatan akses pasar dan jaringan usaha juga menjadi bagian penting dalam proses pengembangan pelaku usaha. Dengan adanya jejaring yang lebih luas, perempuan pelaku usaha diharapkan dapat memperoleh peluang kolaborasi, memperkenalkan produk, dan meningkatkan daya saing komoditas kopi Gayo.
AWPF Berkomitmen Memperkuat Peran Perempuan
Direktur AWPF, Irma Sari, S.HI., menekankan pentingnya peran perempuan dalam berbagai tahapan rantai nilai kopi, mulai dari pengelolaan kebun, pengolahan, pemasaran, hingga pengembangan usaha.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya AWPF untuk mendukung perempuan agar memiliki pengetahuan, keterampilan, serta akses yang lebih luas dalam mengembangkan kegiatan ekonomi. Selain meningkatkan kemampuan individu, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat jaringan perempuan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
AWPF berharap kegiatan pelatihan dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, serta membangun kemandirian ekonomi yang berdampak positif bagi keluarga dan masyarakat.
Media Coverage
AWPF juga mendapat pemberitaan dari RRI Banda Aceh dan Berita Merdeka melalui artikel
“Bener Meriah Dorong Perempuan Gayo Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kopi”, dan “AWPF Dorong Perempuan Bener Meriah Naik Kelas Lewat Bisnis Kopi Gayo”, yang diterbitkan pada 15 September 2026.
Baca pemberitaan selengkapnya:
Bener Meriah Dorong Perempuan Gayo Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kopi https://rri.co.id/banda-aceh/ekonomi/umkm/2730318/bener-meriah-dorong-perempuan-gayo-jadi-motor-penggerak-ekonomi-kopi
AWPF Dorong Perempuan Bener Meriah Naik Kelas Lewat Bisnis Kopi Gayo – https://beritamerdeka.net/news/awpf-dorong-perempuan-bener-meriah-naik-kelas-lewat-bisnis-kopi-gayo/index.html

