Medan, 14 Juli 2026 – Aceh Women for Peace Foundation (AWPF) melakukan kunjungan resmi ke Konsulat Jenderal Jepang di Medan, Sumatera Utara, pada Selasa, 14 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan dan membangun kolaborasi dalam mendukung perlindungan serta pemberdayaan perempuan, anak, dan kelompok rentan di Provinsi Aceh.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Direktur AWPF bersama empat anggota tim. Rombongan disambut dengan hangat oleh Bapak Koubun, perwakilan Konsulat Jenderal Jepang yang membidangi Pendidikan, Seni, dan Kebudayaan, bersama tim Hubungan Masyarakat (Humas) Konsulat Jenderal Jepang di Medan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai perkembangan situasi perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak di Provinsi Aceh, dengan perhatian khusus pada kondisi di Kabupaten Bener Meriah. AWPF memaparkan berbagai program yang telah dilaksanakan, termasuk penguatan kapasitas perempuan di tingkat komunitas, perlindungan bagi penyintas kekerasan berbasis gender, pemulihan psikososial pascabencana, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta penguatan ketahanan masyarakat di wilayah dampingan.
Diskusi juga membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan untuk memperkuat pemenuhan hak-hak perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya di Bener meriah Aceh. Kedua belah pihak menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti hasil pertemuan melalui komunikasi dan penjajakan bentuk kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta sejalan dengan prioritas pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali hubungan baik yang telah terjalin antara Aceh dan Jepang, khususnya dalam bidang penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan. Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu mitra yang memiliki pengalaman dan komitmen kuat dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana, pemulihan pascabencana, serta penguatan kapasitas masyarakat. Hubungan tersebut menjadi fondasi penting untuk memperluas kerja sama pada isu-isu pembangunan sosial, termasuk perlindungan perempuan dan anak.
Direktur Aceh Women for Peace Foundation, Irma Sari, S.HI., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Konsulat Jenderal Jepang di Medan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan dan kesempatan berdiskusi dengan Konsulat Jenderal Jepang di Medan. Kami berharap hubungan baik yang telah terjalin ini dapat terus diperkuat melalui kerja sama yang konkret dalam mendukung perlindungan, pemberdayaan perempuan, anak, serta kelompok rentan lainnya di Aceh. Sinergi yang kuat akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi berbagai tantangan sosial dan pascabencana,” ujar Irma Sari.
Melalui kunjungan ini, AWPF menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga internasional, dan mitra pembangunan, guna mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, aman, serta menjunjung tinggi hak-hak perempuan, anak, dan kelompok rentan di Aceh.

