AWPF Dorong Kepemimpinan Perempuan untuk Memperkuat Ketahanan Ekonomi dan Perlindungan dari Kekerasan Berbasis Gender

Bener Meriah, 23 Agustus 2026 — Aceh Women for Peace Foundation (AWPF) menyelenggarakan Training Kepemimpinan Perempuan dengan tema “Mendorong Kepemimpinan Perempuan untuk Ketahanan Ekonomi dan Perlindungan dari Kekerasan Berbasis Gender di Komunitas” pada 21–23 Agustus 2026 di Aula Rembele, Sp. 4 Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Kegiatan ini didukung oleh Canada Fund for Local Initiatives (CFLI) sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas perempuan di tingkat komunitas.
Training diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari komunitas dampingan AWPF dan perempuan potensial di wilayah intervensi program di Kabupaten Bener Meriah. Peserta terdiri dari pemimpin dan kader perempuan, pelaku usaha, tokoh perempuan, pendamping kelompok rentan, serta unsur laki-laki dari aparatur kampung, pemangku adat, tokoh masyarakat, dan tokoh komunitas sebagai mitra perubahan.
Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai kepemimpinan perempuan, komunikasi dan negosiasi, pengambilan keputusan, ketahanan ekonomi, akses dan kontrol terhadap sumber daya, kesetaraan gender, serta pencegahan dan perlindungan dari Kekerasan Berbasis Gender (GBV). Training dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, feminis, berbasis pengalaman, dan berpusat pada peserta melalui diskusi, studi kasus, simulasi, refleksi, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Direktur AWPF, Irma Sari, S.HI., menyampaikan apresiasi kepada Canada Fund for Local Initiatives (CFLI) atas dukungan yang diberikan kepada AWPF sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Canada Fund for Local Initiatives atas dukungan terhadap kegiatan ini. Dukungan tersebut sangat berarti bagi AWPF dalam memperkuat kapasitas perempuan di komunitas, khususnya dalam kepemimpinan, ketahanan ekonomi, dan perlindungan dari kekerasan berbasis gender. Kami berharap dukungan ini dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kelompok sasaran serta komunitas dampingan kami,” ujar Irma Sari.
Melalui kegiatan ini, AWPF berharap semakin banyak perempuan memiliki kepercayaan diri, kapasitas kepemimpinan, kemampuan menyampaikan aspirasi, serta posisi tawar yang lebih kuat dalam keluarga dan komunitas. Training ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara perempuan, laki-laki, dan pemangku kepentingan untuk membangun komunitas yang lebih setara, tangguh, aman, dan inklusif.