AWPF Salurkan Paket Kehormatan dan Bantuan Pangan bagi Penyintas Bencana di Bener Meriah dan Aceh Tengah

Bener Meriah, 9 Februari 2026 – Aceh Women’s Peace Foundation (AWPF) menyalurkan bantuan berupa paket food (pangan) dan paket kehormatan kepada perempuan penyintas bencana serta para pemangku kepentingan yang terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Kegiatan penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada 9 Februari 2026 di Kabupaten Bener Meriah sebagai bagian dari komitmen AWPF dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana, khususnya perempuan dan kelompok rentan.

Bantuan yang disalurkan meliputi paket pangan serta paket kehormatan yang berisi mukena, kain sarung, pakaian anak-anak, dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini diberikan kepada penyintas bencana dan komunitas yang selama ini menjadi bagian dari kelompok dampingan AWPF.

Direktur AWPF menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap para penyintas bencana yang hingga saat ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.

“AWPF sangat senang dapat berbagi dengan para penyintas bencana, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Kami berharap bantuan berupa paket food dan paket kehormatan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan keluarga penyintas serta memberikan semangat bagi mereka untuk terus bangkit,” ujar Direktur AWPF.

Menurut AWPF, perempuan dan anak-anak seringkali menjadi kelompok yang paling rentan dalam situasi bencana. Oleh karena itu, pendekatan bantuan yang sensitif terhadap kebutuhan perempuan menjadi penting agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih adil dan inklusif.

Selain menyalurkan bantuan, AWPF selama ini juga melakukan pendampingan kepada kelompok perempuan di komunitas, termasuk penguatan kapasitas, dukungan psikososial, serta advokasi perlindungan bagi perempuan penyintas kekerasan dan bencana.

Melalui kegiatan ini, AWPF berharap paket bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para penyintas serta memperkuat solidaritas kemanusiaan di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana.