AWPF Salurkan Dukungan Psikososial dan Bantuan Kemanusiaan bagi Perempuan dan Anak Pascabencana di Bener Meriah

Bener Meriah, Aceh 5 Februari 2026

Aceh Women Peace Foundation (AWPF) melaksanakan kegiatan dukungan psikososial dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah pada 5 Februari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Desa Gayo Setie (Kecamatan Gajah Putih), Desa Meriah Jaya Dusun Pantan Bayur, dan Desa Pantan Kemuning (Kecamatan Timang Gajah). Program ini bertujuan untuk mendukung pemulihan psikososial penyintas sekaligus memenuhi kebutuhan dasar kelompok paling rentan pascabencana.

Di Desa Gayo Setie, AWPF memfasilitasi kegiatan dukungan psikososial bagi 30 anak tingkat SD dan SMP melalui aktivitas bermain dan ekspresif yang difasilitasi oleh tim AWPF yang telah mendapatkan pelatihan khusus dari psikolog. Selain itu, 20 perempuan dari kelompok rentan menerima bantuan kemanusiaan berupa hygiene kit, family kit, food kit, serta makanan ringan. Anak-anak juga menerima bantuan pendidikan berupa buku tulis, alat tulis, dan tas sekolah.

Sementara itu, di Desa Meriah Jaya Dusun Pantan Bayur, kegiatan dukungan psikososial dilakukan bersama 20 anak berusia 5–15 tahun melalui aktivitas bernyanyi, bercerita, dan bermain. Kegiatan ini menciptakan ruang aman bagi anak sekaligus membantu meredakan stres pascabencana. Pada kesempatan yang sama, bantuan kemanusiaan juga disalurkan kepada ibu hamil, ibu menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Di Desa Pantan Kemuning, dukungan psikososial dilaksanakan bagi 50 anak dan remaja dengan pendekatan yang ramah anak dan partisipatif. AWPF juga menyalurkan hygiene kit, food kit, family kit, serta makanan ringan kepada anak-anak dan keluarga terdampak.

Direktur Aceh Women Peace Foundation, Irma Sari, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh dan berperspektif keadilan gender.

“Bencana tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang dalam, terutama bagi perempuan dan anak. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa kelompok paling rentan mendapatkan ruang aman untuk pulih, sekaligus akses terhadap kebutuhan dasar yang layak dan bermartabat,” ujar Irma Sari.

Hasil kegiatan menunjukkan dampak positif, antara lain menurunnya tingkat kecemasan, meningkatnya rasa aman dan kepercayaan diri anak, penguatan resiliensi perempuan, serta meningkatnya rasa perlindungan bagi lansia dan penyandang disabilitas. Penyaluran bantuan kemanusiaan juga berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan kesehatan dan kebersihan, pengurangan beban ekonomi keluarga, serta keberlanjutan pendidikan anak.

Melalui kegiatan ini, AWPF menegaskan komitmennya untuk menghadirkan respons kemanusiaan yang berperspektif gender, ramah anak, dan inklusif, serta mendorong pemulihan berkelanjutan bagi komunitas terdampak bencana di Aceh.