Pidie Jaya, 28 Desember 2025 — Aceh Women’s Peace Foundation (AWPF) melaksanakan kegiatan dukungan psikososial bagi anak-anak di Gampong Tijeun Daboh, Kabupaten Pidie Jaya, pada Minggu, 28 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari kunjungan AWPF ke wilayah terdampak bencana ekologis yang terjadi di Aceh pada November 2025. Kegiatan dilaksanakan di Meunasah Gampong Tijeun Daboh.
Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis anak-anak yang terdampak bencana, sekaligus menciptakan ruang aman dan menyenangkan bagi mereka untuk kembali merasa nyaman, berinteraksi, dan membangun rasa percaya diri.
Seluruh rangkaian kegiatan difasilitasi langsung oleh fasilitator AWPF yang telah berpengalaman dalam pendampingan psikososial di situasi darurat dan pascabencana. Para fasilitator memastikan setiap anak dapat berpartisipasi secara aktif sesuai dengan usia dan kebutuhannya
Kegiatan dukungan psikososial ini diikuti oleh anak-anak dengan rentang usia 4 hingga 17 tahun. Berbagai aktivitas ramah anak dilaksanakan untuk membantu anak-anak mengekspresikan emosi, mengurangi kecemasan, serta memperkuat kondisi kesehatan mental mereka pascabencana.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh perempuan kader gampong setempat sebagai bentuk keterlibatan komunitas dalam upaya pemulihan psikososial anak-anak di wilayah bencana. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian difasilitasi oleh fasilitator AWPF yang memiliki pengalaman dalam pendampingan psikososial di situasi darurat dan pascabencana.
Direktur Aceh Women’s Peace Foundation, Ibu Irma Sari, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting bagi AWPF untuk bersilaturahmi langsung dengan anak-anak terdampak bencana.
“Kami senang bisa bersilaturahmi dan berjumpa dengan anak-anak di Gampong Tijeun Daboh. Melihat mereka tertawa dan bergembira bersama setelah kecemasan melanda mereka akibat bencana ekologis di Aceh pada bulan November lalu menjadi penguatan bagi kami bahwa dukungan psikososial sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan,” ujar Irma Sari.
Melalui kegiatan ini, AWPF berharap dapat berkontribusi dalam mendukung pemulihan kesehatan mental anak-anak di wilayah terdampak bencana serta mendorong perhatian berbagai pihak terhadap pentingnya layanan psikososial yang berkelanjutan bagi anak-anak dan komunitas pascabencana.

