Pidie Jaya, 10 Desember 2025 — Aceh Women’s Peace Foundation (AWPF) bersama Gerakan Perempuan Aceh melaksanakan kegiatan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) bersama pengungsi terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada 10 Desember 2025 di Meunasah Gampong Babah Krueng, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Kegiatan kampanye ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 16 HAKTP yang dilaksanakan di wilayah terdampak bencana sebagai upaya memastikan isu perlindungan perempuan tetap menjadi perhatian di tengah situasi darurat. Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025 telah meningkatkan kerentanan perempuan, anak-anak, dan kelompok lanjut usia terhadap berbagai bentuk kekerasan dan tekanan psikososial.
Kegiatan diikuti oleh pengungsi, khususnya anak-anak serta ibu-ibu dan perempuan lanjut usia yang saat ini tinggal di lokasi pengungsian Gampong Babah Krueng. Berbagai aktivitas dilakukan dalam suasana ramah dan inklusif, dengan tujuan memberikan hiburan, memperkuat dukungan psikososial, serta menyampaikan pesan-pesan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dalam konteks bencana.
Pelaksanaan kegiatan bertempat di Meunasah Gampong Babah Krueng yang difungsikan sebagai ruang berkumpul pengungsi dan pusat kegiatan komunitas. Melalui pendekatan yang partisipatif dan berbasis komunitas, AWPF dan Gerakan Perempuan Aceh berupaya menciptakan ruang aman bagi pengungsi perempuan dan anak untuk berinteraksi, berbagi pengalaman, serta memperoleh dukungan moral di tengah kondisi darurat.
AWPF menegaskan bahwa kampanye 16 HAKTP di wilayah bencana menjadi pengingat penting bahwa upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan tidak boleh terhenti meskipun dalam situasi krisis. Perlindungan perempuan dan kelompok rentan harus menjadi bagian integral dari respons kemanusiaan dan pemulihan pascabencana.

