AWPF Dukung Aksi Gerakan Orang Muda di Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh

www.awpf.or.id | Banda Aceh Aceh Women’s For Peace Foundation ikut dalam aksi damai yang diinisiasi oleh gerakan orang muda menggugat seruan aksi damai yang bertempat di depan Mahkamah Syariah kota Banda Aceh pada Rabu 27 September 2023 siang tadi.

Aksi ini merupakan bentuk protes dari kaum muda untuk terwujudnya keadilan yang berpihak kepada korban kekerasan seksual

Aksi kali ini terfokus kepada “cabut penangguhan penahanan bagi pelaku kekerasan seksual dan hukum seberat-beratnya. Hal ini perlu adanya kerjasama semua pihak, dikarenakan saat ini hukum yang berjalan menurut kacamata kita orang lapangan berpihak kepada sepihak dan terkesan tidak memiliki unsur keadilan didalamnya, Ujar Ade Firman, S.Sos

Massa Aksi Membentangkan Karton didepan kantor Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh. (*)

Adapun poin tuntutan yang ingin kita sampaikan kepada pihak mahkamah Syariah untuk dipenuhi dan ditindaklanjuti sebagai berikut:

  1. Mengecam tindakan hakim mahkamah syariah kota banda aceh yang memberikan izin penangguhan penahanan kepada pelaku pencabulan terhadap anak yang dilakukan oleh kakek kandung korban yang bernama SA
  2. Mendesak kepada hakim mahkamah syariah kota banda aceh agar melindungi korban dengan melakukan penahanan terhadap pelaku.
  3. Mendesak hakim mahkamah syariah kota banda aceh agar membatalkan /mencabut izin penangguhan penahanan terhadap pelaku dan pelaku harus diberikan efek jera karena telah mencoreng aceh yang dkenal khalayak luar sebagai daerah syariat islam.

Dengan pernyataan sikap ini, maka kami memohon kepada ketua, sekretaris atau hakim mahkamah syariah kota banda aceh agar bersama dengan kami melindungi dan memberikan rasa keadilan terhadap korban kekerasan seksual, dan izin penangguhan penahanan sesegera mungkin dicabut dan hakim mahkamah syariah dengan ini setuju dengan desakan kami dalam melakukan penahanan terhadap pelaku.


Forum Suara Warga Adakan Temu Diskusi Dengan Para Caleg di Banda Aceh

www.awpf.or.id | Banda Aceh, 26 September 2023, Gerak Aceh bersama dengan AWPF, KPI, AIA dan Balai Inong mengadakan Forum suara warga yang merupakan ruang yang diberikan Gerak Aceh kepada para calon legislatif.

“ini ruang silaturrahmi bukan kampanye partai politik”, kata Askhalani Koordinator Gerak Aceh.

Forum suara rakyat adalah program ketahanan demokrasi dari pusat. ada 5 desa terpilih untuk melakukan kegiatan Forum suara, Salah satunya Gampong Ateuk Pahlawan Banda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut hadir Sulaiman SE dari partai Aceh, Tezar Azwar Abu Bakar dari PAN, perwakilan Incumben dan 2 orang caleg perempuan Cut Intan Arifah dari partai golkar, dan Rahmatan dari Partai Aceh, mencalonkan sebagai anggota legislatif di kabupaten/ kota. lalu Nazar Apace calon anggota DPD. Mereka yang hadir adalah caleg laki laki, caleg perempuan dan caleg orang muda.

Dalam pertemuan tersebut para calon menjelaskan visi misi, dan narasi pembagunan yang berkelanjutan. Irma perwakilan dari Aceh Women’s for Peace Foundation ( AWPF) menyoroti tentang daya beli masyarakat yang semakin melemah, persoalan kekerasan seksual yang kian tinggi dan kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Para caleg yang hadir berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat dan meminimalisir kekerasan terhadap perempuan melalui kebijakan yang akan mereka usung dalam parlemen, dengan memilih caleg yang di kenal keluarganya, Track recordnya, keilmuannya dan pendidikannya dan semua berkomitmen untuk menjadikan Aceh menjadi lebih baik dan sejahtera

Kegiatan forum suara warga ini diikuti oleh 50 orang warga masyarakat Ateuk Pahlawan dan  kerjasama Gerak Aceh bersama dengan AWPF dan Gampong Ateuk Pahlawan.(*)

 


Ketua Komite I DPD RI Apresiasi dan Dukung Kerja Nyata AWPF di Aceh

www.awpf.or.id | JAKARTA – Tim AWPF bertemu Senator DPD RI Asal Aceh (H.Fachrul Razi, M.IP) di Thamrin Jakarta Pusat pada tanggal 5 September 2023 kemarin.

Momentum pertemuan ini yang pertama dijelaskan oleh Direktur AWPF Irma Sari adalah untuk silaturahmi dan meminta dukungan pemerintah terkait kerja kerja AWPF di Aceh.

Menurutnya, ini penting kita jelaskan pasalnya ada banyak persoalan saat ini tidak mampu diselesaikan pemerintah, maka hadirnya LSM ini salah satu membantu kinerja pemerintah. Seperti kita ketahui saat ini, Aceh dan Indonesia sedang memiliki resesi ekonomi, nah karen itu apa yang bisa kita perbuat untuk membantu masyarakat yang dihadapkan dengan persoalan-persoalan saat ini, Jelas Irma.

Menanggapi hal tersebut, Senator Aceh yang latar belakangnya dari LSM Juga, membenarkan hal yang disampaikan tim AWPF bahkan ia mendukung apa yang sudah dilakukan AWPF saat ini di Aceh dalam beberapa kabupaten kota.

Fachrul Mengatakan bahwa dirinya siap men support kedepan bagaimana yang seharusnya dilakukan. Kita rumuskan apa yang harus kita kerjakan dan atas nama pemerintah saya siap men support dimana ada hal yang urgent harus dilakukan. Kedua, saya juga ingin organisasi perempuan Perdamaian harus memperhatikan situasi yang saat ini kian parah, kita berharap bersama suara perempuan lebih didengar dan bisa menjadi pertimbangan di berbagai majelis.

Jangan hanya laki saja, karena laki-laki dan perempuan sama di mata Allah dan kita manusia dilahirkan kemuka bumi ini sebagai Khalifah, Terangnya.


Tim Aceh Women’s for Peace Foundation Kunjungi Kedutaan Jerman untuk Indonesia

www.awpf.or.id | JAKARTA – Tim Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) Berkunjung ke Kedutaan Jerman (Embassy Germany) di Jakarta Pusat Guna Untuk membangun jejaring dan memperluas jangkauan antar Negara pada tanggal 4 september 2023.

Kita ketahui bahwa, dalam memajukan sebuah lembaga atau Lembaga Swadaya Masyarakat, Tidak cukup dengan berangan-angan saja, namun harus di ikut sertakan dengan gerakan nyata.

Pertemuan yang singkat membahas tentang berbagai macam persoalan yang sedang terjadi di Aceh Khususnya, Indonesia pada umumnya. Dalam perjalanan diskusi juga melahirkan beberapa solusi yang nantinya akan kita gerakkan saat di lapangan bersama para kelompok perempuan dan WHRD.

Di Forum pertemuan ini, Sekretaris kedutaan Jerman (Loura) merespon cepat dan mendukung dengan program-program kerja AWPF yang selama ini berjalan. dirinya mengungkapkan untuk tindak lanjut pertemuan ini, atas nama kedutaan Jerman siap men support dan siap berkolaborasi dalam pilar project berikutnya. apalagi saat ini diantara banyak program kami, salah satunya membangun kepemimpinan yang feminisme di berbagai lini. (*)


Empat Orang Perwakilan AWPF Hadir di Conference Tingkat ASEAN

www.awpf.or.id | JAKARTA – Empat orang dari organisasi aceh women’s for peace foundation yang terdiri dari tiga orang perempuan dan satu laki-laki mengikuti acara konferensi tingkat ASEAN di jakata pada tanggal 1-3 september 2023 yang berpusat di Atma Jaya.

Kegiatan konferensi tingkat ASEAN ini diberi nama ASEAN Civil Soeciety Conference ASEAN Peoples’s Forum 2023 dengan tema “Reclaiming Safe Spaces, Restoring Democracy and Aquity in Southeast ASIA. Adapun perwakilan yang hadir meliputi seluruhnya perwakilan ASEAN.

Pantauan kita dilokasi berlangsungnya acara, dimulai dengan workshop terkait masalah dan kebijakan yang tidak berpihak kepada korban. Dari sejumlah pemaparan materi yang disampaikan dapat kita simpulkan bahwa ada banyak kasus yang belum terselesaikan dengan baik.

Maka, konferensi tingkat ASEAN ini penting dilaksanakan guna untu menarik benang merah terhadap masalah yang di anggap serius oleh masing-masing Negara.

Direktur AWPF di sela sela konferensi mengatakan acara Konferensi ini tahun 2023 berpusat di Indonesia guna untuk melihat situasi demokrasi dan penyelesaian pelanggaran HAM yang di alami oleh teman-teman kita. Kemudian melalui forum ini kita juga mendengarkan bagaimana issu di dunia ASEAN terkait hal yang sama. Keputusan atau rekomendasi yang lahir dari konferensi ini akan ditindak lanjuti di tingkat ASEAN oleh delegasi yang diutuskan nantinya. (*)

 


AWPF Bersama Mitra Gelar Diskusi Public dan Penghijauan di Aceh Besar

AWPF Bersama Mitra Gelar Diskusi Public dan Penghijauan di Aceh Besar.(*)

Awpf.or.id| Aceh Besar– Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) peringati hari lingkungan hidup (HLH) bersama lembaga mitra dan kelompok komunitas dampingan di Mukim Siem Aceh Besar pada selasa 6 juni 2023.

Acara peringatan HLH ini dimulai dengan diskusi public yang diisi oleh ketua MAA Aceh Besar (Asnawi Zainun) dan Pimpinan Dayah Babul Maghfirah (Ustad Masrul Aidi,Lc) serta diikuti oleh 100 peserta lintas organisasi dan para kelompok Komunitas dampingan serta kelompok disabilitas Se Aceh Besar.

AWPF memperingati acara ini dengan tujuan melestarikan lingkungan dan menghijaukan kembali wilayah mukim Siem yang selama ini dilanda musim panas. AWPF bekerja sama dengan para pihak termasuk keuchik setempat, imuem mukim dan aparatur desa guna untuk menjaga generasi yang akan datang dari krisis ekologi

Direktur AWPF Irma Sari di sela diskusi mengajak semua kita harus bersama sama menjaga lingkungan sekitar kita untuk tetap hijau dan bebas polusi. Kedua, kita juga harus sadar bahwa lingkungan kita sudah sangat tercemar dengan sampah sampah plastik yang berserakan, oleh sebab itu mulai hari ini iita mulai dari diri kita sendiri untuk meminimalisir penggunaan sampah yang bersifat tidak membusuk.

“Ini juga salah satu wujud nyata yang harus kita selesaikan saat ini, stop menggunakan sampah plastik dan stop membuang sampah dilingkungan sekitar merupakan salah satu bentuk kita cinta terhadap lingkungan kita dan melindungi generasi yang akan datang dari berbagai bahaya yang timbul.” Ujar Irma

Selain itu, agama kita juga mengajarkan kita untuk tetap selalu menjaga lingkungan kita dan tidaklah kita sebagai makhluk dimuka bumi ini merusak lingkungan yang kita tempati. Sebab banjir dan bencana akan datang itu disebabkan ulah tangan manusia itu sendiri, Tambahnya.

Seusai diskusi yang di isi oleh dua pemateri hebat yang mengupas tentang bahaya merusak lingkungan serta kewajiban kita menata kembali agar lingkungan kita hijau dan menyimpan carbon yang memadai, AWPF beserta lintas lembaga dan kelompok komunitas dan aparatur desa setempat melakukan penanaman pohon jenis jengkol dan nangka di pusatkan di makam Abu Chiek Krueng Kalee, Komplek Dayah Darul Ikhsan, Masjid Mukim Siem, Pos Ramil Kecamatan darussalam dan beberapa tempat lainnya.

Acara ini turut didukung oleh DLHK Aceh, YKPI, Gerak Aceh, Balai syura, FFI, WWF, YRBI, SP, KamuDemres, KamiKita, Walhi Aceh, IMM, FJL, Komunitas MAHA, MAA Aceh Besar dan Kelompok Komunitas Dampingan AWPF.


AWPF Bersama Perempuan Komunitas Peringati IWD di Tanoh Gayo

www.awpf.or.id | Redelong – Aceh Women’s for Peace Foundation bersama perempuan komunitas di Bener Meriah menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sejumlah perempuan tampak membentangkan spanduk dan beberapa alat kampanye di jalan teritit simpang 4 bandara rembele, Bener Meriah pada 8 Maret 2023.

Menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak itu di kampanyekan tepat pada memperingati hari perempuan internasioan (Internasional Women”s Day).

Tim AWPF dan Perempuan komunitas terdengar menyuarakan dengan bunyi “Stop kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kemudian juga tampak video yang mengatakan perempuan Bener Meriah Bisa.”

Adapun makna tersirat yang terkandung dibalik kata kata tersebut menurut Irma Sari SHI adalah Alarm untuk pemangku kebijakan dan semua pihak saat ini sadar agar menghentikan segera segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Flaskback kita beberapa waktu kebelakang ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya di Aceh sudah mendekati angka merah. Maka suara perempuan hari ini harus didengar oleh pemegang kewenangan. Dan kepada orang tua juga kita harus terus memantau anaknya agar tidak menjadi korban kekerasan.

Hari ini tepat 8 maret 2023, kita team Aceh Women’s for Peace Foundation bersama perempuan Gayo di Bener Meriah kami menolak kekerasan terhadap perempuan, Zerokan segera sebelum generasi perempuan khususnya di Aceh menjadi Korban Semuanya. (*)

 


Temu Diskusi AWPF Membahas Mekanisme perlindungan bagi kelompok rentan

www.awpf.or.id | Redelong – Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) melakukan temu Diskusi dengan Kelompok Perempuan dalam rangka Upaya Menemukenali langkah dan strategi perlindungan perempuan di tingkat komunitas berlangsung aman dan tertib.

Acara yang diikuti 20 orang perempuan yang tersebar di berbagai kecamatan kabupaten Bener Meriah berpusat di Aula Shindico Homestay pada hari Senin, 6 Maret 2023.

Diskusi pertama yang dipandu oleh Irma Sari SHI (Direktur AWPF Aceh) berlangsung 2 jam lebih. Upaya yang dilakukan AWPF yang pertama adalah mendata masalah yang sering terjadi di tingkat gampong dan komunitas lingkup kabupaten Bener Meriah.

Upaya kedua, kita mendengar apa saja mekanisme perlindungan yang ada di komunitas ibu-ibu.

Pertanyaan Bu Irma juga terjawab dalam diskusi komunitas yang berlangsung. Diantara jawabannya adalah melakukan keterampilan, Seni Budaya, Olahraga, Pengajian (Remaja Masjid), dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) tingkat anak-anak.

Selanjutnya, dalam diskusi yang sangat hangat berlangsung juga terjawab terkait siapa yang melakukan perlindungan terhadap perempuan dan anak di komunitas? Para perwakilan kelompok komunitas juga mempresentasikan yang memberi perlindungan di komunitas diantaranya tokoh agama, aparatur gampong dan tokoh adat.

Terakhir, setelah AWPF mendata. Kita menanyakan bagaimana kita bisa membantu dan memberikan dukungan bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan.

Hal ini juga terlihat serius dan tersahuti oleh kelompok perempuan. Gagasan ini terjawab dalam bentuk trauma healling, menyediakan dana desa untuk memfasilitasi korban pelecehan, kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, menyediakan rumah singgah dan sosialisasi kekerasan perempuan, KDRT, Narkoba dengan fasilitas DANA Desa. (*)


Yulian Grasendo Pendiri Yayasan Kemaslahatan Ummat Kunjungi Kantor AWPF

Yulian Gresando Kunjungi Kantor AWPF pada Jum’at (10/02/2023)

www.awpf.or.id | Banda Aceh – Yulian Gresando beserta isti mengunjungi kantor Aceh Women’s for Peace Foundation pada sore Jum’at (10/02/2023).

kegiatan ini berlangsung diruang kerja Direktur AWPF dalam program bincang sore seputaran informasi yang sudah kita dapatkan dan capaian kedepan yang ingin kita raih.

Yulian Grasendo juga menyampaikan dirinya beserta tim sedang mengelola program Perlindungan Anak, Pendidikan dan Remaja serta Kesehatan dibawah Yayasan Kemaslahatan Ummat. dalam kesempatan ini kita berharap saling memberi dukungan dalam berbagai kegiatan yang dirancang.

Ditanya soal Pandangan Yulian terhadap AWPF?
Yulian menjawab, ini merupakan sebuah lembaga yang bagus diantara lain. dengan adanya AWPF ini kedepan agar terjawab berbagai macam persoalan.

“Terus berdedikasi dan berkarya untuk masyarakat tanpa henti. sesuatu yang baik itu memang sering dipandang sebelah mata, namun perlu diingat saat kita sudah menjadi hasil itulah balasan terbaik.”kata Yulian yang juga saat ini juga tim Unicef Aceh. (*)


Pencegahan Hoax dan Politik Uang Bagi Komunitas Perempuan Jelang Pemilu 2024

Jelang Pemilu Tahun 2024 ini, kita jangan terjebak dengan berbagai macam tawaran yang bisa merusak moral dan ketatanan masyarakat banyak.

kehidupan kita dalam bermasyarakat perlu memilah dan memposisikan diri kita sebagai salah satu diantara seribu yang menolak politik Money (uang). segala tindakan menusuk hati dan rayuan berbisa tentu dimiliki oleh orang yang berkepentingan pribadi.

buruk atau tidaknya langkah kita lakukan dalam menolak politik uang tergantung orang banyak yang menilai. setidaknya saat kita tidak mampu bersaing dalam dunia perpolitikan, kita harus bisa merawat politik yang sejati.

kalimat demi kalimat kata politik selalu menjadi korban para penjahat demokrasi. padahal menurut hemat kita kau perempuan politik adalah seni. bagaimana kita bersikap dan kapan gendrang akan dipukul itulah sejatinya politik.

hal lain politik juga kita kenal dengan istilah Poli dan taktik. jadi ada banyak cara mengkalkulasikan kata politik itu.

dalam hal ini kita mengajak kaum perempuan jangan mudah terjebak dan menolak berbagai macam bentuk “Money Politik.” (*)